Sebab kauanggap kamilah hitam di putihmuMaka kami katakan; “ ngiau” kala engkau menggonggong
Kami lantangkan apa yang hendak tertantang
Di ujung gang sehabis sayup nyanyian gamang
Ooo, tiba-tiba iba
Air susu dibalas air tuba
Gelas- gelas terisi airmata
Lalu pecah di genangan mata air
Masih di ujung gang kami saksikan anjing urban berebut tulang kekuasaan
Sehabis kucing-kucing mencari sisa ikan asin
Bilamana masih tak kami temui juga apa yang hendak kami cari
Kami dendangkan saja; “ngiau” sebagai renungan penghantar lapar
Serang, 02 September 2010








1 komentar:
:a:
Posting Komentar